Surabaya (3) Jul 8, '08 5:02 AM. From Multiply.
Saya ke Surabaya kali ini untuk kongres. Jadi tidak terpikir sebelumnya untuk mempersiapkan diri mencari-cari informasi obyek wisata apa yang bagus untuk dikunjungi. Dan ternyata topik kuliah dalam kongres bagus-bagus sehingga sayang kalau dilewatkan hanya untuk jalan-jalan.
Tapi tidak semua berpikiran sama seperti saya. Beberapa teman tidak terlihat 1-2 hari saat kongres. Setelah ngobrol sana ngobrol sini, ternyata ada yang pergi ke Bromo, ada yang pergi ke Tanggul Angin (ini paling banyak), dan ada yang ke Malang. Wah, ini nih penyakit dokter kalo pergi kongres/seminar di kota lain. Seminarnya hanya sekilas dihadiri, tapi mainnya itu yang diprioritaskan.
Meskipun tidak sempat berwisata, tapi di Surabaya saya sempat mencoba ’wisata kuliner’. Malam kedua saya diajak mbak Ina untuk ikut makan malam bersama teman-temannya saat kuliah di UNPAD (mbak Ina ini dokter umum dari UI tapi spesialisasinya di UNPAD, kebalikan dari saya). Saat itu kami makan di restoran seafood (Sea Master), cukup jauh (saya gak inget jalannya ke arah mana), makanannya standar lah. Mulanya saya menolak (males dehh .. gak ada yang saya kenal), tapi pikir-pikir daripada cari makan sendirian ya sudah .. saya ikut pergi. Lumayan kann .. kapan lagi makan gratis. Hehehe. Malam berikutnya, saya wiskul bersama teman SMA yang kebetulan sedang ada di Surabaya juga. Yang kami datangi adalah bebek goreng Tugu (tempatnya sih kaki lima mirip Pecenongan, tapi pengunjungnya rame banget, sampai ngantri. Makanannya murmer .. berkisar antara 7000 – 10.000an, dan .. ENAK (atau karena saya lapar ? hehehe). Lalu dilanjutkan makan kepiting. Saya gak inget yang ini di daerah mana. Tapi, meski bukan kepiting telor (lagi habis katanya), kepitingnya enaakkk (dan gendut, hehehe). Puas deh. Sayangnya salah seorang teman gak ikut makan, ternyata dia tidak suka bebek, dan juga alergi terhadap kepiting. Too bad.
Saya sempat juga muter-muter di mall. Yang sempat saya datangi di Surabaya kali ini hanya Tunjungan Plaza (haha .. nyari mall sih di Jakarta juga ada, tapi berhubung TP ini paling dekat dari congress venue, ya mau gak mau mall ini yang bisa saya kunjungi). Saya dan mbak Ina sempat 2 kali ke TP. Pertama, sepulang kongres hari ke-3. Mbak Ina mencari hadiah minyak wangi untuk suaminya yang mau berulang tahun dan cincin berlian untuk dirinya sendiri. Hadiah karena sudah bekerja keras praktek, begitu alasannya. Hehehe. Saya sempet browsing sebentar di beberapa toko merk baju terkenal, tas/sepatu terkenal (duhh .. kalo di Jakarta toko2 seperti ini sih gak pernah saya masuki, males ah, harganya gak masuk akal), sebelum akhirnya nyangkut di department store lokal dan memutuskan juga membeli parfum untuk hadiah ulang tahun Ibu bulan Juli ini. Kunjungan kedua ke TP saat menunggu waktu pulang hari terakhir. Acara kongres selesai pukul 13, sementara pesawat ke Jakarta baru berangkat pukul 19.30. Jadilah kami menghabiskan waktu menunggu di TP karena sudah check out dari hotel pagi-pagi sekali. Kali ini acaranya cuma makan sore di Pizza Hut (see ? Pizza Hut mah di depan rumah saya juga ada, hahahaha, gak usah jauh2 ke Surabaya), dan browsing baju batik yang lagi musim itu. Sehabis itu sempat mampir ke daerah Genteng untuk membeli oleh-oleh. Yang kami datangi adalah toko Boga Jaya. Wah .. maunya sih beli semua kripik-kripik yang lucu-lucu (lho kok lucu ? Tampilannya bagus, tapi rasanya kan belum tau), tapi karena memikirkan harus membawa sendiri ke Jakarta, kami menahan diri untuk masing-masing hanya membeli satu dus kecil penganan ditambah satu dus kecil untuk oleh-oleh buat para perawat di RS.
Lumayan .. sempat juga jadi ’turis’ di sela-sela kongres.
No comments:
Post a Comment