Pursuit of happiness Oct 21, '08 7:48 PM. From Multiply.
Saya sudah nonton film ini entah berapa kali. Gak pernah bosen. Lewat film ini saya bisa belajar banyak, bagaimana seorang Chris Gardner (Will Smith) yang harus tidur di 'emper' stasiun (btw, stasiun-nya sih gak sekumuh stasiun2 kita di sini), tempat penampungan tunawisma, bisa bekerja sangat keras - magang, belajar, mengurus anak sendirian - dan berhasil lulus program magang tersebut mengalahkan teman2 kerjanya. Padahal teman2 kerjanya bisa punya waktu lebih banyak untuk bekerja dan belajar. Cukup bikin sedih - saat uang di dompetnya cuma tinggal beberapa dollar, hanya cukup untuk membeli makanan buat satu orang, saat dia harus memperbaiki mesin scanner di bawah lampu koridor, saat dia harus menenteng-nenteng mesin scanner ke seluruh penjuru kota demi untuk bisa membayar sewa kamar, dan ahhh, banyak saat-saat yang bikin saya merasa keterlaluan kalo saya tidak bisa bersyukur.
Satu pelajaran lain yang bisa saya petik dari film itu adalah saya mengubah cara pandang saya terhadap profesi telemarketer. Selama ini saya - kalau ada penawaran lewat telefon - selalu menolak tanpa memberi kesempatan mereka untuk berbicara. Tapi setelah nonton film ini, saya berusaha lebih menghargainya dengan mendengarkan dulu apa yang ditawarkan, lalu dengan sopan menolaknya. Mereka menelfon saya kan sebenarnya karena mereka sedang bekerja. Tapi, sebenarnya, lebih bagus ditolak dari awal (artinya tidak buang2 pulsa mereka) atau dengarkan dulu baru tolak? Bagaimana ya baiknya?
No comments:
Post a Comment