Tuesday, December 18, 2012

Repost: Dokter yang ditolak pasien: true story


Dokter yang ditolak pasien: true story Jun 8, '08 3:09 AM. From Multiply. Ditulis 9 Maret 2007 di blog lain Teman2 yang berprofesi dokter mungkin ada yang pernah mengalami apa yang saya alami hari ini: pasien pindah ke lain dokter ! Haha, itu nasib yang memang harus dialami dokter baru yang belum punya nama. Tapi yang namanya perasaan 'gimanaaa gitu' pasti ada. Sebenernya saya 100% sadar diri dan rela kalo pasien pindah ke lain dokter. Parahnya, ada kebijakan tak tertulis di antara sejawat yang lain bahwa tidak boleh ada alih rawat pasien atas permintaan pasien sendiri. Niat kesepakatan itu sih baik, mencegah 'berantem' atau 'saling tidak enak' antar teman sejawat hanya gara2 uang visit yang tidak seberapa. Tapi bagi saya, kesepakatan itu menyulitkan. Sudah jelas2 ada surat pernyataan 'penolakan' alias minta pindah ke dokter lain, tapi dokter lainnya itu tidak mau (cuma mau mendampingi saja), jadi terpaksalah saya menebalkan muka meneruskan visit (daripada pasien terlantar) meski rasanya gak keruan. Gimana nggak, udah ditolak tapi 'keukeuh' visit (kesannya maksa banget pengen terus merawat,hehe). Nasib, nasib.

No comments:

Post a Comment