Busway .. no way Sep 22, '08 4:22 AM. From Multiply.
Masih dalam rangka suka-duka ber-busway .. Tidak dipungkiri busway sudah menolong banyak orang yang diuntungkan oleh keberadaan busway. Di halte Ragunan, saya lihat banyak mobil dan motor parkir karena pemiliknya memilih menggunakan busway ke tempat kerja. Tapi, kadang kala naik busway itu tidak manusiawi. Kalau jam sibuk, sudah dapat dipastikan antrian di halte-halte busway sangat panjang. Di dalam busway itu sendiri sudah padat dan berdesak-desakan. Tulisan di kaca yang berisi: kapasitas penumpang maksimal 85 orang kayaknya cuma sekedar pajangan. Jadi, seringkali satu pegangan (kalo berdiri kan ada pegangan untuk tangan) dipake oleh dua orang, dan satu tiang dipeluk rame-rame .. Hehehe .. Armada busway sangat kurang. Seringkali saya memutuskan keluar dari antrian dan memilih turun dan menggunakan bajaj akibat antrian di halte yang selain berdesak-desakan juga saling dorong. Wah .. Daripada celaka, mendingan nambah Rp 10.000 deh untuk naik bajaj.
Supir busway juga suka tidak manusiawi, ngebut seperti kejar setoran, lalu ngerem mendadak. Akibatnya, penumpang yang berdiri harus berjuang menahan supaya tidak sampai terjatuh. Nasihat saya untuk yang naik busway, bawalah tas yang bisa membuat kedua tangan kita bisa bebas untuk memegang (tas yg bisa diselempangkan, digantung di bahu atau ransel). Kalo satu tangan sibuk bawa tas, bisa-bisa kita gak konsentrasi untuk berpegangan. Seminggu lalu sempat ada insiden seorang bapak yang sudah berumur terjatuh dan kepala/lehernya membentur kursi, gara-gara saat busway mulai jalan bapak itu belum sempat berpegangan.walah .. Sempet deg-deg-an juga, takutnya si bapak pingsan atau kenapa, untungnya gak apa-apa. Nasihat saya lagi, kalau tidak cukup sigap untuk berpegangan, jangan coba-coba naik busway deh.Moga-moga dalam waktu dekat armada busway cepat ditambah, supirnya dimanusiawikan, supaya naik busway .. Yes way, hehehe
No comments:
Post a Comment