Maaf, baru sempat meneruskan posting terdahulu. Padahal sudah berbulan-bulan lewat. Better late than never :-)
Setelah hari Senin mengurus administrasi, hari Rabu saya harus datang bersama anak-anak untuk foto. Saya sudah datang sebelum jam 7, mengantri untuk mengambil nomor. Anak-anak datang belakangan bersama ayahnya, supaya mereka tidak menunggu terlalu lama.
Setelah mendapat nomor, saya menunggu untuk membayar (karena masih pagi, masih kosong tempat duduknya). Ternyata oh ternyata, pukul 8 saat semua loket dibuka, loket pembayaran belum dibuka. Sebel bin gelisah karena pengantri di loket lain sudah banyak yang dipanggil. Alasannya: belum bisa online dengan sistem di pusat. Heloooo .. kalian jadul banget ihh ..
Setelah dipanggil, membayar biaya passport dan diberi tanda terima. Lalu, pindah menunggu di depan ruang pemotretan. Saat menunggu, kita bisa lihat nomer berapa yang sudah dipanggil. Semuanya komputerisasi.
Pemotretannya sendiri sebentar banget. Jangan pakai baju warna putih ya. Setelah dipotret, pengambilan sidik jari. Lalu, selesai!
Hari Senin depannya, passport sudah jadi. Saya gak enak bolos terus, jadi minta suami untuk mengambil. Kata petugasnya sih, boleh diambilkan asal masih satu Kartu Keluarga. Menurut suami sih saat mengambil juga udah jelas, gak perlu lagi ambil nomer antrian. Langsung ke loket pengambilan passport.
Selesaaai .. gak pake calo, gak pake ribet. Keren kan Kantor Imigrasi sekarang?
Baru dapat berita lagi, di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat (dan Jakarta apa lagi ya? Ada dua deh) malah bisa buat passport cuma satu hari saja. Tidak perlu tiga kali balik seperti saya. Makin keren deeeh ..
No comments:
Post a Comment