Karena jadi followernya Wamenkumham, @dennyindrayana yang sering post atau retweet mudahnya mengurus passport jaman sekarang - no calo at all - saya mulai mengubek2 websitenya
kantor imigrasi dan membaca2 persyaratan serta prosedur perpanjangan passport. Kebetulan saya dan keluarga akan pergi ke luar negeri untuk liburan. Passport saya dan anak-anak hampir habis masa berlaku, jadi harus perpanjang. Sekilas baca2, kok mudah ya. Sebetulnya sudah tau sih tentang pembuatan passport online, sudah minta pak suami untuk menyiapkan dan mendaftarkan online, tapi ya ampun, dua minggu kurang sebelum berangkat masih juga belum didaftarkan. Ya sudahlah, karena Kamis depan sudah berangkat, maka Senin ini HARUS buat passport. SMS ke kantor, ijin, titip kerjaan ke teman. Beres. Berangkatlah menuju kantor imigrasi Jakarta Selatan di Jl Mampang Prapatan.
Sampai di sana jam 7.45, langsung ke lantai 2. Yang antri sudah banyak. Saya ambil nomor dan ambil formulir + map (gratis ya). Dapet nomer 53-54-55. Cari-cari duduk (ruang tunggu sudah penuh), dapet tempat, duduklah saya sambil mengisi formulir.
Sekitar jam 9.30 dipanggil, dicek berkas-berkas, ternyata berkas anak-anak ada yang kurang. Jadilah saya harus melengkapi dulu. Jam 10 beres. Saya harus datang lagi hari Rabu untuk bayar dan wawancara + foto, lalu ambil passport hari Senin depan.
Saya tuliskan di sini syarat dan prosedur hari ini ya ..
1. Perpanjang passport:
- Passport asli dan fotokopinya satu lembar
- Fotokopi akte kelahiran
- Fotokopi ijasah jika ada
- Fotokopi KTP - untuk anak2, fotokopi KTP ayah dan ibunya
- Fotokopi KK
- Fotokopi surat nikah - untuk anak2, fotokopi surat nikah ayah-ibunya
- Surat ijin orangtua bagi anak-anak di bawah umur yang ditanda tangan kedua ortu dengan meterai Rp 6000. Saya beli di koperasi seharga Rp 14.000 :)

- Mengisi formulir pendaftaran dengan bollpoin TINTA HITAM dan HURUF CETAK. Kolom KTP untuk anak, diisi oleh NIK yang ada di kartu keluarga. Kolom nama dan alamat kantor untuk anak, diisi nama dan alamat sekolah.
2. Mengambil nomor antrian dan map + formulir di meja pengambilan nomor
3. Mengisi formulir
4. Menunggu dipanggil - saking gak mau kelewat, saya nahan pipis dan haus, hehehe
5. Saat dipanggil - mereka sudah pake sistem antrian komputerisasi, kayak di bank, kita tinggal duduk manis kalau dapet tempat duduk - maju ke loket yang sudah ditentukan. Oya, nomer antrian untuk yang daftar online dan yang manual dipisahkan. Anak-anak tidak usah ikut saat menyerahkan berkas.
6. Dicek kelengkapan berkas
7. Diberi tanda terima yang harus dibawa saat bayar + wawancara/foto
Biaya pembuatan passport 48 halaman (sekarang gak boleh buat 24 halaman) Rp 200.000. Biaya pembuatan passport sistem biometrik Rp 55.000. Total biaya harusnya Rp 255.000. Let's see hari Rabu, bener gak segitu.
Yang jelas, meski harus bolak-balik, tapi antrian cukup jelas. Prosedur cukup jelas. Jadi emang gak butuh lagi pake calo sih. Di dinding2 kantor imigrasi juga ada poster2 untuk gak pake calo. Maaf ya bapak/ibu calo, kalian cari usaha lain yaaa.
No comments:
Post a Comment